skippin' troupe
rss
25 Jan

Sukses Narik Angkot

at January 25th, 2012 by | permalinkpermalink | category Posted in Bohemian Rhapsody, Home Affairs

Udah seminggu lebih punya profesi baru. Jadi supir angkot dengan penumpang tetap 3 orang selain diri sendiri. Dua kali sehari nyetrika jalan xbata-pancoran-tendean-scbd-tendean-durentiga-xbata. Yang paling susah kalau penumpang sedikit alias tinggal satu. Karena penumpang yang selalu nebeng sampai pool ini suka moody. Kadang nangis mendadak karena haus tapi sering juga nangis jejeritan karena bosan dan minta digendong. Jadi selayaknya supir angkot lain, yang ini pun sering ngetem dan paling sering ngetem di pom bensin.

Oh mama oh papa… ternyata jadi supir angkot itu berat ya, Buuu.

PS yg ga nyambung: saya merindukan koneksi internet kantor yg cepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
4 comments
+ add comment | tags Tags :
12 Jan

And We Name Her

at January 12th, 2012 by | permalinkpermalink | category Posted in Home Affairs, parenthood

Fiamma Khalishabira

by Krismara aka PapaFiamma

Origins and meaning:

Fiamma (Italian): little fiery one, Flame, Little flame, flame, tongue of fire, blaze, glow; passion, ardor; sweetheart

Fiammetta: flame, he/she who has the brightness, the ardor (of feelings, of faith, etc.) of the flame.

Khalishah (Arabic): pure, sincere, holy, ikhlas

Kalisha (American): pretty and loving

Shabirah (Arabic): patient, self control

Saber (French): man of the sword

Fiamma Khalishabira means pure flame as a gift of patience (Pelita api suci buah dari kesabaran)

Nama tiada lain merupakan sebentuk harapan dan do’a. Rangkaian nama putri kami adalah rangkaian doa dan harapan kami:

Semoga Allah SWT memberikan rahmat[i] dan karunia-Nya[ii] kepadanya, menjadikan Fiamma, manusia yang memiliki kesabaran, sabar kepada-Nya[iii], sabar dalam mentaati ketetapan Tuhan[iv][v], sabar dari apa yang menimpanya[vi][vii], sabar dari segala cobaan-Nya[viii], sabar dari kesempitan[ix], sabar dalam fase pengujian dari-Nya[x], sabar dalam mentaati perintah-Nya, sabar dalam sholat[xi], serta sabar dari menjauhi maksiat kepada-Nya[xii], jadikanlah anak kami orang yang sabar[xiii] dalam mencari keridhoan Tuhannya[xiv], dan berikanlah ia berita gembira, keberkahan dan rahmat dari Tuhannya[xv], serta martabat yang tinggi di sisi-Nya[xvi]. Do’a ini menjadi sangat diperlukan karena sesungguhnya sabar itu mustahil tanpa pertolongan Allah.[xvii]

Sabar adalah salah satu senjata pamungkas seorang mu’min, seperti kesatria berpedang yang tangkas terhadap musuh. Rasul menyuruh kita untuk menjadikan sabar[xviii] dan sholat sebagai penolong.[xix] Allah senantiasa menyertai orang-orang yang sabar.[xx]

Dengan kesabaran tersebut, Allah menganugerahkan sifat-sifat yang mulia / terpuji (ahlaqul karimah) kepadanya, karena sesungguhnya ahlak mulia hanya diturunkan bagi orang-orang yang sabar[xxi] dan bukankah pakaian terbaik seorang mu’min adalah ahlaknya serta sebaik-baik mu’min adalah yang sangat mulia ahlaknya?[xxii] Yang dengannya maka tergenapilah nubuwat pengutusan Rasulullah SAW untuk menyempurnakan ahlak yang mulia.[xxiii] Beliaulah sang teladan[xxiv] atas kemuliaan ahlak yang agung tersebut.[xxv]

Adapun buah dari kesabaran dan ahlak mulia tersebut pada ujungnya adalah menyalanya pelita api kecil suci (mishbah) di dalam qalbu. Api merupakan simbol Ruhul Qudus (ruh suci).[xxvi] Yang tanpa Ruhul Qudus itu tidak akan ada Hadits Qudsi yang merupakan perkataan Allah jua adanya.

Pelita api itulah yang Allah nyalakan sebagai bentuk pertolongan-Nya, yang menyala walaupun tanpa disentuh api.[xxvii] Api yang menyala dari pohon takwa[xxviii] yang tumbuh tidak di Timur dan tidak di Barat. Inilah rahmat Tuhan[xxix]. Menjadi manusia sejati sesuai dengan kodrat penciptaannya, sebagai khalifatullah fil ‘ardh, wakil Allah di bumi ini. Api suci[xxx] itu dinyalakan-Nya bagi mereka yang telah melalui jalan panjang pertaubatan. Yang dengannya Nabi Isa as dapat berkata-kata sejak masih bayi.[xxxi]

Adapun nama Fiamma berasal dari kosa kata Italia dan Khalishabira dari kosa kata Arab. Roma kuno bersama dengan Yunani adalah pondasi peradaban Eropa klasik, adapun Renaissance (pencerahan) Italia adalah pondasi peradaban Eropa modern yang juga sekaligus perwujudan Barat Kristen. Sementara Arab adalah pondasi peradaban Timur Islam yang otentik.

Transliterasi arab-indonesia menjadikan Khalishabira, namun pembacaan Arabnya adalah Kholishobiro. Harapannya, semoga Fiamma menjadi manusia yang otentik dan mengakar, yang merupakan melting pot Sunda, Minang, dan Jawa, sebagai manusia Nusantara yang berwatak kosmopolitan, menjadi manusia yang menerangi dan menjadi inspirasi dunia, yang tidak menghadapkan jiwaraganya pada Timur ataupun Barat, tapi bernaung di bawah pemilik Timur dan Barat tersebut, Allah SWT.

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.[xxxii]

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”.[xxxiii]

Semoga Allah, berkenan menghendaki[xxxiv] dan memberi kami dan anak-anak kami kemampuan[xxxv] untuk dapat menapaki jalan yang lurus, dengan bertaubat, beriman, bertakwa, dan beramal saleh sesuai dengan kodrat dirinya yang haqq, sesuai tujuan penciptaannya.[xxxvi]


[i] “Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepda Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ (Al-Hadid [57]:28)

[ii] “…dan bahwasanya karunia (fadhlillah) itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Hadid [57]:29

[iii] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Al-Muddatstsir [ 74]:7)

[iv] Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri, (AtThuur [52]:48)

[v] Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. (Al-Insaan [76]:24)

[vi] (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.  (Al Hajj [22]:35)

[vii] bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. (Luqman [31]:17)

[viii] Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? (Al-Furqan [25]:20)

[ix] dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah [2]:177

[x] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. [21]:35

[xi] Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. (Thahaa [20]:132)

[xii] (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. (An-Nisaa [4]:25

[xiii] Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; (Al-Kahfi [18]:28)

[xiv] Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar-Ra’d [13]:22)

[xv] Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”, Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah [2]: 155-157)

[xvi] Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.  (Al-Furqon [25]:75)

[xvii] Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah. (An Nahl [16]:127)

[xviii] Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah [2]:253)

[xix] Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. (Al-Baqarah [2]:45)

[xx] Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Anfaal [8]:66)

[xxi] Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. [41]:35

[xxii] “Sebaik-baik iman seorang mu’min adalah yang sangat mulia ahlaknya.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah)

[xxiii] “Sesungguhnya aku diutus tiada lain adalah untuk menyempurnakan ahlak yang mulia.” (HR. Ahmad, Baihaqi)

[xxiv] “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab [33[:21)

[xxv] “Dan sesungguhnya kamu benar-benar mempunyai ahlak yang agung.” (Al-Qalam [68] : 4

[xxvi] Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam,[28]:30

[xxvii] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita (mishbaah). Pelita itu di dalam kaca (zujaajah)(dan) kaca itu seakan-akan bintang (kaukab) (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.[24]:35

[xxviii] Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”[36]:80

[xxix] Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,[57]:28

[xxx] Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.[16]:102

[xxxi] (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; (Al-Maaidah [5]:110

[xxxii] Al-Baqarah [2]:250

[xxxiii] Al-A’raaf [7]:126

[xxxiv] ”Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam”. (At-Takwiir [81]:29)

[xxxv] ”Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Al-Insan [76]:30)

[xxxvi] Hadis riwayat Imran bin Hushain ra., ia berkata: ”Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang dimudahkan untuk apa dia diciptakan (yang telah menjadi takdirnya) (Shahih Muslim No.4789)

———

and MamaFiamma says….

Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terputus atas anugerah memiliki orang tua dan suami yang senang memberi makna terbaik untuk orang-orang terkasihnya. Papa aka Datu’ Fiamma, menuliskan pengantar aqiqah saat pengajian Fiamma dan Suami aka Papa Kris merangkai kata-kata harapan dan doa atas nama anak-anak kami. Menggagumi, menghormati, dan menghargai adat, tanpa mereka sadari, kedua pria terbaik dalam hidupku berhasil memadukan dan menjalankan hidup sesuai kata peribahasa Minang asal si Datu’ bahwa “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”. Adat berdasar kepada syari’at (ajaran agama) dan syari’at berdasar kepada Kitab Allah/ Al-Qur’an.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
15 comments
+ add comment | tags Tags :
11