skippin' troupe
rss
13 Aug

Having Fun at Pre-School

at August 13th, 2012 by | permalinkpermalink | category Posted in Home Affairs, parenthood

Happy on her first day at pre-school.
Siap-siap mau lepas balon.

Raissa punya tempat bermain baru. Tempat bermain sambil belajar yang sejak dia masih di daycare udah ngga sabar untuk gabung. Yup, mulai pertengahan Juli lalu anak kecil (who grows too fast) ini sekolah. Sejak trial anaknya langsung suka dengan calon sekolahnya. Begitu pertama kali sampai, Raissa hanya diantar sampai depan kelas untuk diserah terimakan ke gurunya. Mamanya langsung ngacir ke alf*mart untuk beli bekal. Waktu antar bekal dadakan itupun saya hanya menitipkan ke resepsionis nya dan pergi lagi. Kembali lagi ketika jam bubar kelas, dan Raissa sambil membawa kantong plastik kresek alf*mart dengan riang keluar dari pagar pembatas antar-jemput sambil bilang “Raissa ngga nangis, Ma”.  Terus guru nya juga bilang kalau Raissa hebat karena aktif berpartisipasi di kelas tanpa canggung untuk berbaur. Huuaaa… terharu. Dan bangga ofkors! Setelah trial sukses itu, Raissa jadi sering tanya, “”Sekarang sudah Juli belum, Ma?” Kenapa Juli? Karena saya bilang kalau dia akan mulai sekolah bulan Juli.

Dan akhirnya Juli datang. Begitu dibisikin kalau hari ini dia akan mulai sekolah, anaknya langsung melek dan senyum. Setelah mandi dan sarapan, meluncurlah kita ke sekolah baru Kakak Raissa. Sampai sekolah, kejadiannya sama persis seperti hari trial. Begitu sampai gerbang pembatas lobby dan daerah kelas-kelas, anaknya dadaah-dadaahan sambil senyum. Tadinya mama yang mellow ini mau ikutan emak-emak lain yang terus mendampingi anaknya sampai kelas, tapi akhirnya ngga dilakukan karena takut malah nantinya Raissa jadi minta ditungguin terus seperti anak-anak lain.

Walau begitu tetap beredar di sekolahnya. Nguping obrolan ibu-ibu yang anaknya sudah lebih dulu sekolah disana. Lihat-lihat segala kehebohan hari pertama tahun ajaran. Sesekali ngobrol dengan teman yang anaknya sekolah disana juga dan satu kelas pun dengan Raissa. #dadaaah Anti :)   Akhirnya ngga tahan juga, daku pun menerobos pagar pembatas pas waktunya acara anak-anak melepas balon sebagai tanda tahun ajaran baru sudah dimulai. Pengen kan punya foto si Kakak di hari pertama sekolah buat keepsake.  

*********

Menyambut 17 Agustus sebelum libur Lebaran.
Selalu cintai negeri ini ya, Nak :) Baik atau buruk, it’s our country. Let’s make it prettier and better. Dirgahayu Indonesia kita.

 

Setelah sebulan, Raissa tetap senang dan semangat setiap waktunya pergi sekolah. Apalagi di hari jadwalnya pakai seragam (yang walau sudah size xs, tetap kebesaran buat Raissa). Alhamdulillaaaaahh… Raissa enjoys her school and.. loves her teachers. Beneran saya tidak halusinasi buat kesimpulan sendiri. Anaknya sendiri yang bilang kalau dia suka dengan guru-gurunya.

Beberapa kali Raissa pulang membawa star (guntingan kertas bentuk bintang) given by her teachers as special rewards for her. Setiap dia dapat bintang, saat dijemput di pagar pembatas tempat guru dan penjemput serah terima anak, Raissa selalu setengah teriak bilang bintangnya buat Mama. *cium anak pecicilan ini keras-keras* Dan karena bintang-bintang nya untuk Mama, maka bintang-bintang itu pun ditempelnya di lemari pakaian Mama. The best room decoration for me!

Raissa dapat star point bukan karena academics excellence loh, tapi karena dia menuruti instruksi gurunya atau membereskan mainan di kelas. Memang saya memilih sekolah ini (selain lokasi yang dekat rumah dan iuran yang terjangkau) bukan karena ingin anak saya lebih dulu maju secara akademis dibandingkan anak-anak seumurannya, tetapi karena ingin Raissa bermain dengan terarah. *tooss Meta. Prinsipnya bermain sambil belajar.  

Semoga selalu bersenang-senang di sekolah ya, Kak. As long as you’re healthy and happy, my universe is at peace. Love you to the moon and back.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
4 comments
+ add comment | tags Tags :
20 Jul

Hijrah

at July 20th, 2012 by | permalinkpermalink | category Posted in Bohemian Rhapsody

Secara bahasa sendiri, hijrah artinya berpindah tempat. Namun makna dasar dari hijrah yang saya pahami (dengan ilmu agama saya yang cetek banget) adalah pindah ke sesuatu yang lebih baik. Sesuatu itu bisa tempat. Bisa perilaku. Bisa berbagai hal. Tujuannya memang untuk menjadikan sesuatu (alasan hijrah dilakukan) lebih baik dari sebelumnya.

Hari ini, mengawali bulan suci Ramadhan, saya ingin berhijrah. Hijrah nya seharusnya mudah karena tidak membutuhkan biaya banyak dan tidak perlu koordinasi dengan banyak orang. Hijrah saya sesimpel ini: ingin berhijab.

Sebenarnya saya sudah pernah mencoba belajar berhijab beberapa tahun lalu ketika pulang umroh. Sayangnya kadar kelabilan masih tinggi banget saat itu, jadilah setelah beberapa bulan belajarnya terputus. Nah, walau sekarang pun kadar labil masih ada, mau menyambung sks yang tertinggal dulu ituuuu. Semoga ga D-O lagi. Doakan yaaa.

Bismillahirrohmanirrahim. Semoga hijrah saya kali ini senantiasa membawa diri saya menjadi lebih baik. May the Force be with me. Aamiinn.

*ada yang mau ngajakin ke ThamCit gaaa??* :D

Last but not least…

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
6 comments
+ add comment | tags Tags :
11