skippin' troupe
rss
5 Sep

Rising Stars

at September 5th, 2012 by | permalinkpermalink | category Posted in Home Affairs, parenthood

… itu tempat sehari-hari Raissa bermain sambil belajar. Sebelum menjatuhkan pilihan, seperti kebanyakan ibu-ibu yang suka membuat segala sesuatu yang berkaitan dengan anak jadi ribet, in this case I’m no exception. Setelah browsing, tanya kanan kiri, baca bonus suatu majalah yang isinya list berbagai sekolah dan tempat kursus, ada 7 sekolah yang masuk shortlist. Ketujuhnya disamperin satu-satu buat cek fasilitas, metode dan kurikulum, dan target capaian program belajarnya. Ribet yaa… demi mencari pre-school aja. Sejujurnya browsing nya sekalian buat SD juga sih. Hari gini ya ibu-ibu, biaya pendidikan mahal *semua juga tahu kali, Laaa* Jadi rasanya saya butuh browsing sekolah dari sekarang biar bisa ancer-ancer berapa batang emas yang harus ditumpuk buat bayar uang pangkal.

Yang terpilih akhirnya yang paling dekat rumah, fasilitas bermainnya seabrek-abrek, dan segala macam biaya dll sungguh sangat terjangkau dan sebanding dengan fasilitas yang disediakan. Soal mahal murah relatif ya… kan memang ga mungkin ada sekolah yang punya lapangan tenis, lapangan futsal, kolam renang, ballroom dsb dsb tapi uang bulanannya dibawah 1 juta ya. Jadi untuk sekolah-sekolah seperti itu, kami belum mampu dan ada juga rasa belum penting lah segala fasilitas fantastis itu untuk balitaku. Saat ini yang lebih penting menurut kami adalah outdoor yang cukup luas dan aman buat bocah-bocah berlarian. Dan pemenangnya adalah…. ya Rising Stars ini.

Jaraknya dekat dari rumah. Seandainya becak atau bajaj masih berkeliaran, sudah pasti Raissa akan dianter jemput naik 2 angkutan umum yang pas buat menempuh jarak tanggung. Jalan kaki bisa kelenyengan, naik mobil males mikir rebutan parkirnya. Tapi apa daya, di sekitar rumah tidak ada becak maupun bajaj, jadilah saya supri anak.

Punya halaman yang cukup luas, bahkan ada kolam renang mini nya buat dipakai sebulan sekali oleh anak-anak, atau seminggu sekali buat yang ambil ekskul renang kaya Raissa. Selain kolam renang, di halaman disediakan sepeda, otopet, bahkan 1 becak mini buat anak-anak pakai dan seliweran. Terus ada hewan peliharaan kura-kura dan ikan juga di salah satu sudutnya.

Jumlah anak per kelas dan ratio guru dan murid yaaa… masih cukup baiklah menurut saya, walau mungkin bisa tambah 1 asisten guru lagi kali ya. Satu kelas angkatan Raissa (Kelompok Bermain Besar) dan TK isinya maximal 12 anak didampingi dengan 1 guru dan 1 asisten guru. Cara metode belajar mengajarnya cukup baik, kreatif dan interaktif. Khusus untuk kurikulum, sebenarnya saya mencari yang tidak mengajarkan calistung sama sekali sampai TK tapi ternyata tidak ketemu yang begitu. Di Rising Stars ini, anak-anak mulai diperkenalkan ke alfabet dari sejak KB Kecil, dan mulai belajar membaca saat TK. Pas pertemuan orang tua kebetulan ada ortu yang menanyakan bagaimana program mengajarkan calistung di sekolah, dan Kepala Sekolah nya menyampaikan bahwa sebenarnya menurut UU mereka tidak boleh mengajarkan calistung tetapi karena membaca dan menulis menjadi persyaratan masuk di banyak kalau tidak semua SD, maka mereka mulai mengajarkannya di TK Besar. Yah, setidaknya sekolahnya paham dan tau UU kalau mengajarkan calistung itu sebenarnya tidak diperbolehkan. Jadi harapan saya, mereka memahami perkembangan psikologis anak-anak kalau masih susah konsentrasi belajar calistung.

Satu lagi yang membuat saya bersyukur memilih sekolah ini karena semua staff dari pegawai umum, asisten guru, guru, sampai kepala sekolah turun tangan bergotong royong dalam menangani anak-anak selama berada di sekolah. Jadi guru-guru kelas lain pun kenal dan menyapa Raissa di koridor sekolah. Bahkan semua kegiatan les dan ekskul pun diajarkan oleh staff atau guru-guru sekolah, bukan mendatangkan orang luar lagi. Jadi anak-anak pun sudah akrab dan selalu berinteraksi dengan seluruh staff. Contohnya Raissa yang ikut les English dan berenang. Untuk les English yang mengajarkan adalah guru KB Kecil. Sedangkan untuk berenang, kadang diajarkan langsung oleh Kepala Sekolah nya. Rasanya dengan arrangement seperti ini, saya merasa lebih aman saja ya karena anaknya diasuh oleh orang yang itu-itu juga di lingkungan yang sama.

Kalau sudah masuk susah disuruh keluar apa hayoo?
Raissa di kolam renang atau segala tempat yang dia bisa main air actually

Setelah dua bulan gimana kabarnya Raissa disana? Amat teramat sangat menikmati. Dia cinta banget sama guru-guru. Lebih cinta lagi sama sekolahnya. Cerita tentang kegiatan Raissa di sekolah akan ditulis terpisah. Insya Allah.

Tulisan ini murni pendapat pribadi. Saya tidak menerima bayaran apapun dari sekolah Rising Stars, walau beasiswa full sampai Raissa lulus TK akan diterima dengan tangan terbuka dan hati berbunga-bunga. Kidding!

Rising Stars punya website juga, silakan di klik disini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
No Comment
+ add comment | tags Tags :
31 Aug

Family of 4

at August 31st, 2012 by | permalinkpermalink | category Posted in Bohemian Rhapsody

A week before Lebaran Holiday, Raissa’s learning theme at school was about family. Each kid was to bring a picture of his/her family. It was a wake-up call since I realized only then that not only we didn’t have any printed family pic of three since Raissa aged 1 yo.. so it was like….errr.. 2 years ago? But even worst, we don’t have a family-of-4 pic since Fiamma was born… and she’s now 8 mo-old.

 Shame!

So this OCD wife/mama just has to call a photographer right away and make sure for Raissa’s birthday, there will be grrreeaat family pictures of 4. 

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
No Comment
+ add comment | tags Tags :
11