I think I’m a masochist. Suka gitu menyiksa diri sendiri.
Setelah sibur rrruuar biasa menkoordinir beberapa events besar dan (sok) penting bulan November kemaren, setelah maternity leave habis bukannya duduk manis karena sudah tidak bekerja tetap lagi, eh menemukan diri jadi konsultan dan salah satu output nya adalah mengkoordinir event besar dan (tetap sok) penting. Acara yang mengundang 80+ Bapak-Bapak parlente (tetap takjub setelah sadar ternyata hari gini masih langka pejabat perempuan) dari berbagai daerah negeri ini. Ditambah pula jadi coordinator/editor untuk pencetakan buku yang akan dibagikan di acara itu. Acaranya akan tayang hari Kamis dan sampai sekarang buku belum naik cetak.
NGUIK. *pengsan*
Entah lah.. mungkin saya ini masochist yang punya short-term memory.
adalah ketika..
Tugas keluar kota dan si anak bilang: “Datu’, Raissa mau ke Aceh. Mau cari mama.”
*jleb*
Telat jemput si anak dari daycare nya 2 jam lebih dan pas ditelpon dia bilang “Raissa di I-Lead. Masih lama. Ngga ada yang jemput.”
*jleb jleb*
Patah hati adalah ketika harus minta maaf dan pengertian Raissa berulang kali. Things will get better baby girl.. Soon.
*nangissss*