skippin' troupe
rss
18 Mar

Cloth Diaper Review

at March 18th, 2010 by | permalinkpermalink | category Posted in parenthood

*Scroll down for the English version of Cloth Diaper Review. It follows the Indonesian version*

Green Tush

Setelah Raissa lahir, saya sempat kagum dengan banyaknya uang yang keluar untuk disposable diapers per bulannya. Lalu, banyak yang menyarankan untuk pakai popok kain katanya biar kulit bayinya bisa bernafas. Setelah melihat borosnya pengeluaran saya hanya untuk sesuatu yang menumpuk sampah dan yang susah dihancurkan pula, akhirnya saya coba juga memakai popok kain biasa. Waduuuh ternyata ngga cuma tambah repot tapi juga nambah cucian. Saya pikir bisa bahaya juga untuk lingkungan kali yaa karena kan air limbah bekas cuci baju bisa merusak air tanah juga. Cari info sana-sini dan akhirnya tertarik mencoba cloth diaper (clodi). Clodi ini sebenarnya popok kain juga tapi punya lapisan handuk yang tebal jadi bisa menahan pipis beberapa kali tanpa bayinya basah kuyup seperti kalau pakai popok kain biasa. Setiap 3-4 jam sekali lapisan handuknya harus diganti untuk menjaga higienis bayi.

Ini sih sebenarnya yang menjadi bonus luar biasa menggunakan clodi buat MamaRaissa. Clodi itu warna-warni dan banyak yang bermotif lucu-lucu! Dari yang motif polka dot, bunga, kupu-kupu, capung buat bayi perempuan sampai motif pemadam kebakaran, monyet, monster buat bayi laki-laki. Banyak juga motif lain yang netral bisa digunakan untuk bayi perempuan maupun laki-laki. Dijamin fashionable deh bokong bayinya :-)

Clodi dan Lingkungan
Bayi menggunakan setidaknya 5,000 popok sekali pakai sebelum mereka terlatih menggunakan toilet. Kebayangkan kalau misalnya ada 120 bayi lahir per harinya di Jakarta, maka sampai setidaknya bayi-bayi tersebut berumur 3 tahun akan ada 600,000 sampah popok sekali pakai. Wuiiiih.. banyak kan? Dan itu baru estimasi asal-asalan saya saja untuk 1 kota Jakarta, bagaimana kalau se-Indonesia? Bagaimana kalau hitung-hitungannya mencakup dunia? O’ooowww…..

Clodi dan Kesehatan Bayi
Kain tentunya lebih lembut untuk kulit bayi dooong. Dan menurut saya sepertinya kain membuat kulit bayi lebih bisa leluasa bernafas daripada bahan yang sudah diproses macam-macam, apalagi kalau harus ganti setiap 3-4 jam, setiap ganti popok bisa dijadikan waktu untuk membiarkan kulitnya bernafas.

Clodi dan Penghematan
Dengan menggunakan clodi bisa membantu orang tua untuk lebih berhemat juga. Kalau beli popok sekali pakai paket paling banyak ( >44), harga per paket nya kurang lebih 90rb rupiah. Sebelum memakai clodi dalam sebulan pernah saya membeli sampai 4-5 paket. Boros banget deeh. Sekarang setelah memakai clodi, paling banyak dalam 1 bulan Raissa menghabiskan 1.5 paket, itu pun kalau benar-benar lagi sering jalan-jalan nengokin kakek-nenek nya di luar kota. Kalau di Jakarta aja, paling hanya 1 pack.

Harga satuan clodi memang tidak murah terutama kalau yang merk luar. Untungnya sekarang sudah banyak clodi buatan lokal. Untuk mulai menggunakan clodi, modal awalnya memang cukup banyak karena sebaiknya 1 bayi punya 12-18 clodi (insert alias lapisan handuknya harus lebih banyak lagi stoknya) tapi setelahnya irit karena clodi bisa dipakai ulang minimal sampai anak berusia 2 tahun.

Tetapi soal irit tentunya tergantung ibunya seberapa mau repot mengganti clodi nya. Clodi kan harus diganti tiap 4 jam (insert nya aja) kalau pipis, tapi kalau pup ya harus diganti walaupun baru 5 menit pakai sekalipun. Terus ya cucian tentunya juga jadi lebih banyak kalau dibandingkan dengan bayi yang full pakai disposables, tapi bila dibandingkan dengan bayi yang menggunakan popok kain tradisional lebih sedikit cuciannya kalau menggunakan clodi.

Clodi dan Fashion

Kapan sebaiknya mulai memakai clodi?
Saya mulai memakaikan Raissa clodi waktu dia sudah berumur 2 bulan, karena memang baru tahu tentang clodi pas itu.. :-) Tapi dari newborn sebenarnya sudah bisa kok dipakaikan clodi, apalagi kalau bayinya besar. Saran pribadi sih mungkin sebaiknya pakai clodi setelah puput aja tali pusarnya, biar lebih ngga takut kesenggol aja.

Biasanya Raissa pakai clodi setelah bangun tidur, trus tiap 4 jam ganti insert. Jadi beli clodinya ngga usah terlalu banyak, yang banyak beli insert nya. Setelah mandi sore siap-siap mau tidur baru Raissa pakai disposable, soalnya mereka memang daya serapnya tinggi bisa sampe 8-10 jam. Saya pakaikan ke Raissa pas malam aja biar ngga ganggu tidurnya. Kalau 4 jam clodinya harus diganti, maka bayinya harus dibangunin saya ngga tega. Kasihan aah.. dan menurut dokter bayi sesudah berusia diatas 3 bulan tidak boleh dibangunkan kalau sedang tidur malam.

Ini review secara general berbagai merk clodi yang sudah saya coba di Raissa:

Rumparooz
Bagian dalam (terbuat dari microfleece) di kantong handuk merk ini bahannya lembuuut dan posisinya unik, agak ditinggiin jadi kemungkinan kotoran tembus atau mengalir keluar lebih kecil. Terus selain pilihan warnanya buanyaaaaaakk (lebih banyak daripada Bumgenius), mereka juga punya yang motif. Lucu-lucu pula. Kancing2an nya yang buat adjusting size sesuai dengan badan bayi kayanya serba pas aja.

Bumgenius
Aku sukanya model Velcro mereka, gampang. Bahan bagian dalamnya juga termasuk lembut dan mudah dibersihkan juga. Untuk adjusting ukuran pinggang dan paha sesuai badan bayi juga kok ya paling pas dan mudah.

Blueberry
Mahaaaal.. tapi motifnya mereka banyak centil-centil dan untuk ukuran rasanya kok agak kurang pas ya sama badan Raissa, sedikit kebesaran. Blueberry punya dua model tergantung dari bahannya. Bahan yang sama dengan kebanyakan clodi dan bahan beludru yang lembuuuut.

Happy Heiny
Sebenarnya hampir sama bagusnya dengan Bumgenius (BG) tapi kenapa ya ngga terlalu ngefans? Mungkin krn saya coba BG duluan jadi keburu terbiasa sama modelnya BG. Serunya mereka punya motif print yang lucu-lucu.

Bedanya HH dan BG cuma model Velcro dipinggangnya aja.. kayanya kalau BG bisa lebih banyak variasi size nya dari besar sampe kecil. Sedangkan HH kalau bayinya kecil, saya takut Velcro nya lebih gampang kebuka.

Mommy’s Touch
Besar banget buat bayi mungil. Pas dicobain ke Raissa yang kebetulan masuk kategori bayi mungil pas dipahanya kok longgar banget. Jadi takut pipis apalagi pup bisa mengalir keluar. Setidaknya bayi usia 6 bulan kali ya baru bisa mulai pakai merk ini.

Ternyata pernah ada mama lain yang buat review dan menurut mama itu, Rump-a-rooz dan Bumgenius pas buat bayi yang normal ke mungil, sedangkan untuk bayi-bayi chubby, lebih cocok dengan merk Happy Heiny. Menurutku, Blueberry dan Mommy’s Touch mungkin juga lebih pas buat bayi chubby atau bayi yang sudah diatas 6 bulan.

Fuzzibunz
Dia punya adjuster dibagian dalam (kaya celana ibu hamil gitu) jadi kancingnya ngga banyak. Tadinya pas beli kupikir bakalan paling ok dan rapi, tapi pas dicobain malah lebih repot. Udah di adjust sebelum dipakaikan eh taunya pas dipakaikan kurang pas disana lah disini lah… akhirnya bongkar lagi semua. Ribet deeeeh.

Popolini
Satu-satunya clodi yang Raissa punya yang bukan model pocket. Seperti Smart Nappy Mothercare, diaper popolini lapisan penyerapnya (yang tidak terbuat dari handuk) berada diluar jadi sistemnya mirip kalau orang dewasa pakai pantyliner. Popolini juga menerapkan size dari small, medium, large, sedangkan semua merk clodi diatas all-size dan bisa dipakai dari newborn sampai usia 2 tahun. Karena ada size nya, Raissa pas pakai ukuran small diaper yang motifnya ulat ini.

Kenapa dong MamaRaissa mau beli popolini? Siapa bilang beli? Kita dapat gratisan popolini ini.. lumayan rezeki Raissa.

Smart Nappy Mothercare
Ngga pernah tertarik karena warnanya putih doang. Heehehehe… picisan banget ya alasannya. Tapi sebenarnya saya ngga pernah tertarik sama Smart Nappy mothercare karena bentuknya kurang compatible sama clodi lain. Smart nappy kan handuknya itu ditempel diluar, sedangkan clodi lain handuknya di masukkan kedalam kantong (makanya disebut insert). Tapi aku pakai nappy liner nya Mothercare, biar ngga terlalu banyak kotoran yang nempel di clodi aja, jadi nyuci juga lebih mudah.

Review diatas berdasarkan pengalaman dan selera pribadi. MamaRaissa tidak meng-endorse merk apapun dan bukan spokesperson merk apapun. Ingat, setiap bayi unik dan special. Tidak ada yang sama. Yang cocok untuk saya dan Raissa belum tentu cocok dengan bayi anda dan anda. Intinya saya hanya mengajak untuk mencoba menjadi “hijau”.

My happy baby in clodi

Cloth Diaper Review

I use pocket diapers on Raissa which consists of an outer layer of waterproof material and an inner layer of microfleece. Most of the diapers I use is adjustable in both size and absorbency as baby grows, ranging from 8-35 pounds. The diaper use a microfiber/hemp insert stuffed into the “pocket” of the diaper for absorbency. It’s easy to add another insert to increase absorbency, for example during overnight use.

Rumparooz
The inside of the diaper cover is very soft microfleece with its position raised higher instead of flat like other cloth diapers. I think the positioning of the insert refrains any leaking accident. Rumparooz offers clodi in many colors (much more than other brands reviewd below) and they have motif options. The motifs are very cute! Although Blueberry has much more motifs and all are very cute and chic but it also offers it at higher price. For my little baby girl, the sizing of Rumparooz seems to fit her the best.

Bumgenius
I loooovve their velcro model. It’s so practical. The inside part (microfleece) is also soft and the best part: it’s easy to clean. For a small baby, their size adjustments also fit well with my daughter and super easy to do.

Blueberry
Too expensive for me… but they do have beautiful print options. Very cute! But their fitting is a bit too “roomy” for Raissa’s figure. Blueberry has two kinds of clodi: made of material also used by most other brands and they also offer one made of soft minky velvet.

Happy Heiny
Actually in terms of material and fitting, HH is as good as Bumgenius (BG). The difference between HH and BG is at the velcro. I prefer BG just because I tried it first so I am used to its style first. With BG, it seems that the size offered range wider than HH, which makes me often worry that their velcro won’t be secured enough if the baby is too small.

Mommy’s Touch
Too big for small baby. Although they say that their clodi can be worn from newborn to infant, I am not convinced. Raissa has one and till the time this note is written, at 6 months old the clodi is still too big for her.

Fuzzibunz
This brand has adjusters in the inside part (just like pregnancy pants). When I purchased it, I thought it would be neatest, most fitted clodi Raissa ever has. Booooy, I was wrong. This brand gives me more work before I can put it on Raissa. What happened was that after I adjusted the adjusters based on wild guess of Raissa’s measurement.. first it was too loose, then it was too tight, then adjusting it for the third time before I felt okay with how it hung on her.

Popolini
The only brand that is not pocket diaper.Like Smart Nappy Mothercare, Popolini diaper lay their absorbent layer on the inside part of the cover, just like ladies use pantyliner. Popolini is also sold in different sizes: small, medium, and large; while other brands I reviewed above are all-size and can be worn from newborn to infant years.

The reviews above are based on personal experience and very much rely on personal preference. I’m not endorsing any brand nor I am a spokesperson for any brand. Remember, every baby is unique and special. No two is alike.What works for me and Raissa would not necessarily works for you and your baby. I’m only encouraging for a greener lifestyle.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
No Comment
+ add comment | tags Tags :
19 Oct

And Her Name

at October 19th, 2009 by | permalinkpermalink | category Posted in Home Affairs, parenthood

Raissa Caiannika

by Krismara aka PapaRaissa

Origin and meaning

Raissa (French) = believer, thinker, rose

Raissa (Arabic) = female leader

Raissa (Old Greek) = adaptable, easy-going, rose, carefree

Raissa (Russian) = light, frivolous, obedient

Raissa (Irish) = the believer

Caia (Latin) = to rejoice

Caia (Roman) = the Goddes of Fire, Hearth, Health, Woman

Caya (Sanskrit) = illumination

Cahya, Cahaya (Indonesian) = light

Cai (Sundanese) = water

Aia (Minang) = water

Annika (Scandinavian) = sweet face

Anika (Japan) = God’s grace

Aneeqa (Arabic) = one who’s beautiful

Raissa Caiannika means a beautiful devout leader who is thoughtful and whose face is graced by God’s light

Nama tiada lain merupakan sebentuk harapan dan do’a. Rangkaian nama putri kami adalah rangkaian doa dan harapan kami:

Semoga Allah SWT memberikan rahmat*1 dan karunia-Nya*2 kepadanya, menjadikan Raissa, pemimpin (perempuan) yang beriman setidaknya pemimpin bagi dirinya sendiri, yang senantiasa memikirkan tanda-tanda Tuhan di cakrawala dan dalam dirinya sendiri*3, yang senantiasa mencoba memahami tajalli (manifestasi) Tuhan dalam sejarah*4 serta dalam kisah-kisah terdahulu.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan karunia-Nya kepadanya, Raissa yang berwajah elok dan mulia*5 sebagai perwujudan dari kemurahan-Nya, yang keelokannya laksana bayang-bayang dari kemilaunya Sang Cahaya di atas cahaya*6, yang kemuliaannya ibarat wajah yang selalu dibasuh oleh air suci hingga disucikan dan dimuliakan Allah SWT.

Cahaya merupakan simbol iluminasi/pencerahan. Karakter cahaya dapat menerangi dalam kegelapan sehingga benda-benda bisa terlihat. Cahaya Allah menerangi jalan-jalan yang lurus (sirothol mustaqiim), jalan syariat dan thariqat. Cahaya pencerahan terbuka bagi mereka yang menempuh jalan taubat.*7

Air merupakan simbol pengetahuan. Karakter air mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju tempat yang lebih rendah. Warna air seperti warna wadahnya, begitu pula bentuk air mengikuti bentuk wadahnya. Pengetahuan yang diturunkan Allah SWT dari khazanah langit turun kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan wadah hati (qalb) yang dipersiapkan untuk menampungnya.

Air tidak mengenal sekat dan batas wilayah, air mengalir melalui sungai, menembus kota-kota, negara-negara, sawah, ladang, bahkan padang pasir. Air bersifat universal. Hanya yang merendahkan dirinya di hadapan Yang Maha Tinggi, maka Dia akan mencurahkan air pengetahuan kepadanya, tanpa melihat kedudukannya, kekayaannya, ketampanan dan kecantikannya, pekerjaannya, jenis kelaminnya, maupun ras dan suku bangsanya.

Iluminasi menghadirkan pengetahuan dan khazanah langit yang hakiki (haqq) sebagai buah ketakwaan yang merupakan pengajaran dari Dia yang Maha Ilmu. Tatkala dia beriman maka Allah SWT akan memberinya petunjuk ke dalam hati (qalb)nya.*8 Petunjuk merupakan pengetahuan iluminatif yang muncul dari mata air telaga hati.

Semoga Allah SWT, berkenan menghendaki*9 dan memberinya kemampuan*10 untuk dapat menapaki jalan yang lurus, dengan bertaubat, beriman, bertakwa, dan beramal saleh sesuai dengan kodrat dirinya yang haqq.*11

—————————

footnote:

1. “Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ (Al-Hadid [57]:28)

2. “…dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia (fadhlillah) itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Hadid [57]:29

3. “ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap cakrawala (afaq) dan pada diri (anfus) mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat [41]:53)

4. ”…maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (Al A’raaf [7]:176)

” Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Yusuf [12]:111)

5. Seperti Imam Ali Bin Abi Thalib Karramallahu wajhahu, yang wajahnya dimuliakan oleh Allah SWT.

6. “Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita besar, pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan planet (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpaman bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nuur [24]:35).

7. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat an-nashuha (yang semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan :”Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At-Tahrim [66]:8)

8. “….Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hati(qalb)nya. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (At-Taghaabun [64]:11)

9. ”Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam”. (At-Takwiir [81]:29)

10. ”Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Al-Insan [76]:30)

11. Hadis riwayat Imran bin Hushain ra., ia berkata: ”Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang dimudahkan untuk apa dia diciptakan (yang telah menjadi takdirnya) (Shahih Muslim No.4789)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
1 comment
+ add comment | tags Tags :
Page 30 of 33« First...10202829303132...Last »
11