skippin' troupe
rss
28 Jun

This posting is for my Papa a.k.a Raissa’s Datu’.

My original letter is being misplaced somewhere, so here's a glimpse of my Dad's note during Babako before my wedding day. Click the pic for larger view.

The Urban Mama held a contest to celebrate Father’s Day and it’s sponsored by Easton:

Here’s what I submitted to TUM:

Thank you for always watching over me :-)

- Judul foto: Daddy’s Lil Devil
- Cerita foto:

Sebagai anak saya merasa sangat dekat dengan Papa dibanding dengan adik-adik saya karena waktu kami masih kecil Papa sempat bersekolah di luar negeri tanpa membawa keluarganya. Setelah selesai kuliah dan kembali ke Indonesia, hanya saya yang masih ingat muka Papa dan satu-satunya yang memilih dirinya untuk membacakan cerita sebelum tidur. Sedangkan dua adik saya sudah lupa bahwa itu adalah Papa dan selalu meminta mama yang membacakan cerita untuk mereka.

Ketika saya akan menikah, Papa lebih banyak menuntut daripada Mama. Semua acara dan detilnya harus sesuai keinginannya sehingga akhirnya kami jadi sering beradu mulut. Salah satu acara yang Papa minta untuk diadakan adalah acara adat Minang “babako”. Jauh-jauh hari, Papa berpesan agar saya menyiapkan testimonial memohon maaf kepada orang tua yang akan dibacakan saat babako. Kata Papa, pesannya harus yang menyentuh ya. Selalu saya jawab gampang, sebentar juga beres. Yang terjadi kemudian saya lupa. Pada hari H, saya terpaksa go live tanpa script memohon maaf kepada orang tua dan disampaikan dalam waktu 5 menit. Giliran Papa berikutnya menjawab permohonan maaf saya. Papa saya memang jagoan. Beliau menyiapkan sekitar delapan lembar nasehat yang diketik rapi olehnya sendiri dan salah satu isinya yang membuat saya menangis sesunggukan adalah ketika beliau membaca ulang isi surat-surat yang saya tulis untuknya ketika saya masih sangat kecil. Surat-surat itu ternyata masih disimpan rapih olehnya. Ada surat yang katanya saya selipkan di tas kerjanya dengan ucapan selamat bekerja. Lalu ada surat untuknya ketika papa sedang dinas keluar kota namun dalam surat itu saya mengira dia pergi karena saya sedang mengambek sehingga dia meninggalkan kami. Di surat yang sama saya meminta maaf dan memintanya untuk pulang karena “Lala sayang papa, Lala sayang mama, dan Lala sayang adik-adik.”

Saat beliau membaca nasehatnya saya tersedu-sedan dan sebagian besar keluarga besar pun menangis haru. Sepupu saya mengatakan itulah pidato terpanjang papa yang pernah disampaikan (Papa memang langganan memberi sambutan dan doa di hampir setiap acara keluarga dari pernikahan sepupu sampai buka puasa bersama), juga yang terindah yang pernah ia dengar.

Belum cukup membuat kami menangis bombay saat acara babako, Papa juga sudah dari jauh-jauh hari berpesan ke Penghulu bahwa nasehat pernikahan pada akad nikah akan disampaikan sendiri olehnya, bukan oleh Penghulu seperti pada umumnya. Mungkin dalam hati dia pikir kesempatan nih bisa ngomelin anak dan tidak mungkin dibantah. Tidak mungkin saya balas omongan Papa di depan sejuta umat kan? Tapi setelah menikah saya bersyukur Papa sudah ngotot untuk sering-sering memberi nasehat pada pernikahan kami karena semua nasehatnya sangat berarti penuh makna bagi saya dan suami. Lembaran ketikan nasehatnya pun tersimpan rapi di arsip dan kelak akan kami bagi dengan anak-anak kami.

———

Although it’s not always rosy between us yet our bond never been less than strong. Indeed, I always feel very close to my Dad. I remember he came to sleep in my room the night before I left for college in the US. He said then that he would miss chatting with me about everything including his problems while I’m away. Later after I got married and rented a house with hubby far from his house, we created a weekly Dad’s Day which falls every Wednesday. On Dad’s Day, he would pick me up from my office for a lunch get-together. Sometimes my mom or sister/s would join but more often it would be just the two of us. There are many more little loving gestures we created just between the two of us. I don’t want to claim that he is not close to my sisters as he may also created little worlds I’m not aware of with them as well. He’s a person who can make his loved ones feel as the one and only special and lucky person.

Happy Birthday (12 June) and Happy Father’s Day, Papa Datu’. I love you beyond describable words and I do feel I should say it much more often. In case the dose is going low, just come here and read this posting because this one is especially for you. The very least I hope is that you would treat this post as another letter from a daughter who only has lots of love and admiration for you.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
8 comments
+ add comment | tags Tags : Tags: ,

There are 8 Comments ...

  1. rika says:

    Selamat ya, La. Dari pertama kali bacanya gue tau tulisan lo ini layak utk menang.

    Surat lo buat bokap lucu banget tapi asli bikin terharu.

  2. arman says:

    that was so beautiful… what you have with your dad… moga2 ntar gua juga bisa sedeket itu ama anak2 gua… :)

    sangat mengharukan bacanya…

    • Lala says:

      Gw yakin lo akan punya hubungan yg sangat dekat dengan anak2 lo, Man. Dari tulisan2 lo, keliatan kalo elo sama Andrew punya hubungan special.

      Semoga ya kita jadi ortu yg dianggap terbaik oleh anak2 kita.

  3. nuniek says:

    mba, liat dong surat2nya..Omen masi simpan kan?…terharu juga baca sebagian surat mba buat Omen

    • Lala says:

      harusnya sih masih ada.. tapi kemarin sempat dicari cuman ga ketemu. Kayanya lagi keselip dimana gitu. Nanti kalau udah ketemu dipajang disini deh scanned copy-nya.

  4. otty says:

    Padahal udah baca di TUM tapi tetep terharu pas baca lagi di sini :)

Add Yours

11