skippin' troupe
rss
19 Oct

And Her Name

at October 19th, 2009 by | permalinkpermalink | category Posted in Home Affairs, parenthood

Raissa Caiannika

by Krismara aka PapaRaissa

Origin and meaning

Raissa (French) = believer, thinker, rose

Raissa (Arabic) = female leader

Raissa (Old Greek) = adaptable, easy-going, rose, carefree

Raissa (Russian) = light, frivolous, obedient

Raissa (Irish) = the believer

Caia (Latin) = to rejoice

Caia (Roman) = the Goddes of Fire, Hearth, Health, Woman

Caya (Sanskrit) = illumination

Cahya, Cahaya (Indonesian) = light

Cai (Sundanese) = water

Aia (Minang) = water

Annika (Scandinavian) = sweet face

Anika (Japan) = God’s grace

Aneeqa (Arabic) = one who’s beautiful

Raissa Caiannika means a beautiful devout leader who is thoughtful and whose face is graced by God’s light

Nama tiada lain merupakan sebentuk harapan dan do’a. Rangkaian nama putri kami adalah rangkaian doa dan harapan kami:

Semoga Allah SWT memberikan rahmat*1 dan karunia-Nya*2 kepadanya, menjadikan Raissa, pemimpin (perempuan) yang beriman setidaknya pemimpin bagi dirinya sendiri, yang senantiasa memikirkan tanda-tanda Tuhan di cakrawala dan dalam dirinya sendiri*3, yang senantiasa mencoba memahami tajalli (manifestasi) Tuhan dalam sejarah*4 serta dalam kisah-kisah terdahulu.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan karunia-Nya kepadanya, Raissa yang berwajah elok dan mulia*5 sebagai perwujudan dari kemurahan-Nya, yang keelokannya laksana bayang-bayang dari kemilaunya Sang Cahaya di atas cahaya*6, yang kemuliaannya ibarat wajah yang selalu dibasuh oleh air suci hingga disucikan dan dimuliakan Allah SWT.

Cahaya merupakan simbol iluminasi/pencerahan. Karakter cahaya dapat menerangi dalam kegelapan sehingga benda-benda bisa terlihat. Cahaya Allah menerangi jalan-jalan yang lurus (sirothol mustaqiim), jalan syariat dan thariqat. Cahaya pencerahan terbuka bagi mereka yang menempuh jalan taubat.*7

Air merupakan simbol pengetahuan. Karakter air mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju tempat yang lebih rendah. Warna air seperti warna wadahnya, begitu pula bentuk air mengikuti bentuk wadahnya. Pengetahuan yang diturunkan Allah SWT dari khazanah langit turun kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan wadah hati (qalb) yang dipersiapkan untuk menampungnya.

Air tidak mengenal sekat dan batas wilayah, air mengalir melalui sungai, menembus kota-kota, negara-negara, sawah, ladang, bahkan padang pasir. Air bersifat universal. Hanya yang merendahkan dirinya di hadapan Yang Maha Tinggi, maka Dia akan mencurahkan air pengetahuan kepadanya, tanpa melihat kedudukannya, kekayaannya, ketampanan dan kecantikannya, pekerjaannya, jenis kelaminnya, maupun ras dan suku bangsanya.

Iluminasi menghadirkan pengetahuan dan khazanah langit yang hakiki (haqq) sebagai buah ketakwaan yang merupakan pengajaran dari Dia yang Maha Ilmu. Tatkala dia beriman maka Allah SWT akan memberinya petunjuk ke dalam hati (qalb)nya.*8 Petunjuk merupakan pengetahuan iluminatif yang muncul dari mata air telaga hati.

Semoga Allah SWT, berkenan menghendaki*9 dan memberinya kemampuan*10 untuk dapat menapaki jalan yang lurus, dengan bertaubat, beriman, bertakwa, dan beramal saleh sesuai dengan kodrat dirinya yang haqq.*11

—————————

footnote:

1. “Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ (Al-Hadid [57]:28)

2. “…dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia (fadhlillah) itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Hadid [57]:29

3. “ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap cakrawala (afaq) dan pada diri (anfus) mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat [41]:53)

4. ”…maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (Al A’raaf [7]:176)

” Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Yusuf [12]:111)

5. Seperti Imam Ali Bin Abi Thalib Karramallahu wajhahu, yang wajahnya dimuliakan oleh Allah SWT.

6. “Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita besar, pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan planet (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpaman bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nuur [24]:35).

7. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat an-nashuha (yang semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan :”Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At-Tahrim [66]:8)

8. “….Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hati(qalb)nya. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (At-Taghaabun [64]:11)

9. ”Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam”. (At-Takwiir [81]:29)

10. ”Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Al-Insan [76]:30)

11. Hadis riwayat Imran bin Hushain ra., ia berkata: ”Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang dimudahkan untuk apa dia diciptakan (yang telah menjadi takdirnya) (Shahih Muslim No.4789)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
1 comment
+ add comment | tags Tags :

There is 1 Comment ...

Add Yours

11